Dosen Biologi Melaksankan Open Class dalam Kegiatan Lesson study

Kegiatan Plan
Program studi pendidikan biologi telah aktif melakukan program Lesson Study (LS) sejak 2011. Bermula ketika menerima hibah lesson study untuk kampus-kampus LPTK di tahun yang sama, maka hingga sekarang, LS terus berjalan. Dosen Pendidikan Biologi juga berhasil mengikuti short term training on lesson study (STOLS) selama satu bulan di Tokyo tahun 2015 dan tahun 2017 lalu. Pada tahun 2017 pula tim lesson study pendidikan Biologi FKIP memaparkan tentang implementasi lesson study di Universitas Khairun dalam simposium World Association of Lesson Study (WALS) di Nagoya Jepang. Dalam publikasi nasional, Dosen biologi juga aktif mempublikasikan hasil lesson study, diantaranya ialah Bapak Zulkifli Ahmad, M.Si yang memaparkan keberhasilan lesson study di Prodi pendidikan Bioloig pada matakuliah Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia dalam Seminar Nasional Lesson Study di Universitas Tadulako tahun 2012. Saat ini, Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun mencoba menerapkan lesson study berbasis Collaborative Learning. Hal tersebut dapat dilihat pada rangkaian pelaksanaan LS oleh ย Suparman, M.Si yang merupakan koordinator riset lesson study Universitas Khairun. Beliau menerapkan collaborative learning pada matakuliah biologi dasar untuk materi dasar-dasar genetika persilangan. Rangkaian plan-do-see dilakuakn selama dua minggu yakni dimulai dari plan design pada selasa (27/03/2018) yang dilanjutkan dengan Do pada rabu (28/03/2018), dan refleksi (2/04/2018).
ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย Kegiatan Doo
Pembelajaran yang didesain berkelompok dengan anggota empat orang bertujuan untuk memaksimalkan pembelajaran dari sesama dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik. Hal ini berhasil membuat semua peserta didik belajar, bergerak, berdiskusi, bertanya, dan menjelaskan antara sesamanya baik di dalam kelompok maupun antar kelompok. Dengan menggunakan media kertas karton kosong, pengajar berhasil membuat peserta didik antusias menuliskan ide dan pengetahuan mereka dalam kertas tersebut secara kelompok yang dikembangkan menjadi peta konsep. Kegiatan refleksi LS yang dibahas oleh observer utama Nurhasanah, M.Si berhasil mengungkap proses collaborative learning antar siswa dalam kelompok yang diabadikan dalam rekaman video dan foto-foto observasi. Dalam pembelajaran, Nurhasanah mengungkapkan bahwa ada kelompok yang sangat fokus, anggota kelompoknya berkerumun, bahkan setengah berdiri, menyodorkan kepalanya, saling bertanya dan memperhatikan penjelasan rekannya dengan seksama serta tidak terganggu dengan observer atau pihak lain. Hal ini menunjukan bahwa dalam kelompok tersebut dan dalam tahap ini, proses pembelajaran berhasil. Dr. Chumidach Roini (Ibu Ida) yang hadir sebagai observer juga mengapresiasi dan mendapatkan pengalaman โlesson learnโ dalam open class tersebut. Observer lain, Dr. Sundari yang hadir saat open class, mengungkapkan keterkejutannya bahwa dengan media kerstas karton kosong saja peserta didik menjadi aktif belajar. Sementara Nurmaya Papuangan, M.Si yang hadir saat open class kedua mengungkapkan adanya keunikan dalam kelompok, yakni ada siswa yang mendominasi dalam kelompok, dalam suatu pembelajaran kelompok hal semacam ini kerap terjadi. Dalam pembelajaran tersebut, pengajar yang berkeliling memantau proses diksusi baik saat pemberian sharing task maupun jumping task sehingga dapat mengatasi hal tersebut. Open class (28/03/2018) yang terbuka untuk umum tersebut dapat membuka pemahaman pengajar lain untuk berlesson study, karena dalam lesson study akan banyak mendapatkan best practise yang dapat diterapkan, khususnya bagi para observer. Pada dasarnya lesson study hadir bukan untuk saling mengomentari dan mengkritik metode masing-masing pengajar tetapi untuk mendapatkan pengalaman berharga dalam pembelajaran orang lain.
Catatan penting bagi para observer yang bergabung dengan LS, saat open class diantaranya ialah: 1. Fokus observer adalah proses belajar siswa, dan menemukan lesson learn saat siswa belajar bukan mengamati pengajar, media, atau bahan ajar; 2. Disarankan membawa perekam audio visual (video/kamera foto); 3.Tidak bersuara dan tidak berdisuksi dengan (maha)siswa atau dengan pengajar model, 4. Tidak menghalangi pandangan utama (maha)siswa; 5. Diperbolehkan mengambil gambar/rekaman wajah, mimik, ekspresi (maha)siswa. Untuk mengetahui skenario pembelajaran, observer diasarankan ikut pengarahan awal oleh tim lesson study atau oleh pengajar model. Dari LS kita dapat belajar bersama.
ย
Penulis; Suparman
Editor; M. Nasir Tamalene